Universitas Yang Menjamin Langsung Kerja

Pengangguran memang menjadi momok bagi pemerintah yang memang selalu ingin memperkecil tingkat pengangguran,  Universitas Yang Menjamin Langsung Kerja adalah indonesian technoloigy mengapa demikian karena banyak dari Kampus kampus yang mengajarkan sesuatu yang tidak Up to date sehingga banyak materi yang sudah Old school itu tidak bisa di pakai dalam Praktek berbeda dengan ITECH (Indonesian Technology) dengan sistem yang di adopsi langsung ke dunia kerja

Ini kami berikan beberapa rekomendasi beberapa tempat belajar atau kampus dan universitas yang bisa anda rasakan dan datangi :

Universitas Yang Menjamin Langsung Kerja

  1. Lampung 
  2. ITech Course, Jl. Kiai H. Ahmad Dahlan No.1, Imopuro, Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111
    Telp. (0725) 44430
    HP. 0853 57000 144
    WA. 0821 77066 400
    Kampus pemasaran digital
    Kampus pemasaran digital

    Jawa Barat

    1. Nurul fikri & Indonesian technology,
    No., Jl. Setu Indah No.116, Tugu, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat 16451
    2. Kampus Indoneisan Technology & Citra Telematika
    Jl. Raya Timur No. 65, Ciborelang, Jatiwangi
    Kab. MajalengkaTelp. (0233) 8281236
    HP. 085216667297
    email : info@citra-telematika.com

    Jawa Tengah 

    Kampus Elmuna & indoneisan technology  JL Soka-Pertanahan, Km 6 No. 10, Klirong, Plumbon, Klegenwonosari, Kec. Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54381

     Cs telp dan WA 087737953747 /087837973541

    Telepon: (0287) 5505077

    beasiswa kuliah
    itech course

    DKI jakarta 

    Kampus Indonesian technology & Pt In IT  Jl. Pluit Karang Ayu 1, RT.20/RW.2, Pluit, Penjaringan, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14450 TELP / WA : 08127988210

    kuliah itu seharusnya bagai mana kita Kuliah Sambil Kerja , bukan hanya kuliah saja belajar tanpa ada pekerjaan real yang ada selama ini hanya kuliah dengan segudang teori, silahkan anda cari tahu Universitas Yang Menjamin Langsung Kerja itu di tempat tempat dan alamat dekat tempat tinggal anda , pastinya banyak yang terdekat dari kota anda cuma memang namanya belum se tenar kampus kampus yang selama ini anda kenal , tapi Jaminan kualitasnya bisa anda rasa kan sendiri

    Berita terbaru ini menggambarkan bagai mana kondisi di jakarta jika pendidikan Pakai cara Lama

Ibu kota memang menaik. Saking menariknya, 10 juta orang berdesak-desakan hidupnya di Jakarta yang sempit. Semua tersebut demi merajut mimpi menggali kesuksesan di kota megapolitan ini. Bahkan, 71 ribu orang pendatang ditebak memasuki ibu kota Indonesia usai Lebaran tahun 2019 ini.

Jakarta yang semakin sesak, dikarenakan tidak sedikit penduduk, dikhawatirkan bakal timbul permasalahan sosial baru. Apalagi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, membuka pintu selebar-lebarnya untuk masyarakat dari luar ibu kota.

Persoalan tersebut kemudian menciptakan sejumlah pihak cemas datangnya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) semakin besar di ibu kota. Mengingat pada 2018, Dinas Sosial DKI Jakarta dapat menjaring selama 6.400 orang PMKS.

Terkait urusan tersebut, Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Irmansyah mengingatkan untuk para Petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) guna kompak dan disiplin dalam bekerja.

”Petugas P3S adalahujung tombak yang bertemu langsung dengan PMKS di jalanan. Dalam melaksanakan tugas sebagai petugas P3S telah sepatutnya menanamkan rasa syukur, sabar, disiplin dan kompak,” urainya usai membuka acara ’Peningkatan Kapasitas Satuan petugas P3S tingkat Kota Administrasi Jakarta Utara 2019’ di Aula Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara pada Rabu (12/6/2019) siang.

Demikian, dirinya mengapresiasi kinerja petugas P3S sekitar masa libur Lebaran. Sebab, semua petugas P3S tetap mengabdikan diri mengawal DKI Jakarta, saat seluruh penduduk ibu kota tengah berlibur bareng keluarga.

Irmansyah pun memberi motivasi dan meminta semua petugas guna terus bersyukur dengan kegiatan yan sekarang dijalani. ”Syukuri apa yang menjadi tugas kita kini ini. Di luar sana tidak sedikit sekali yang menggali pekerjaan. Cara mensyukurinya laksana apa? Bekerjalah dengan sebaik mungkin. Lakukan kebaikan-kebaikan. Jadi lelahnya kita seluruh bernilai ibadah,” lanjutnya.

Tidak melulu kompak dan disiplin dalam bertugas, Irmansyah mengingatkan untuk para petugas P3S guna tetap tenang, ramah dan bersabar. Khususnya saat bertemu dengan PMKS yang melawan. Pendekatan persuasif, lanjutnya, mesti diutamakan, kendati dalam suasana lelah sekalipun. ”Kerja ini dituntut guna sabar tingkat tinggi. Mungkin di ketika kita sedang lelah, terus ketemu PMKS yang kondisinya melawan, tersebut menguji sabar kita. Kita mesti tenang, ramah tapi pun tetap disiplin,” harapnya.

Bertambahnya warga di ibu kota, sudah disetujui Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta Dhany Sukma. Dia mengulas sebanyak 7,8 juta orang meninggalkan ibu kota ketika mudik Lebaran. Namun, jumlah warga yang pulang dari dusun halaman baru menjangkau 4,3 juta sampai Selasa (11/6/2019).

Meski meniadakan operasi yustisi kependudukan, Dinas Dukcapil, cerah Dhany tetap mengimbau semua pendatang guna melapor dan mengikutsertakan diri ke kelurahan. ”Karena itu, kami mengimbau untuk para pendatang yang bermukim permanen atau migrasi guna segera melapor dan menemukan pelayanan kependudukan DKI. Pendaftaran pendatang baru musim lebaran dimulai mulai dari tanggal 14 hingga 25 Juni mendatang,” ungkapnya dihubungi INDOPOS pada Rabu (12/6/2019) siang.

Pendataan itu, lanjutnya, dilaksanakan pada tingkat RT dan RW, sampai-sampai diketahui distrik yang berpengaruh pendatang. Apabila pengumpulan selesai dilakukan, etape selanjutnya ialah bina kependudukan di kelurahan yang dilangsungkan pihaknya mulai dari tanggal 26 Juni hingga 3 Juli 2019 mendatang.

Menurutnya, urusan itu adalahlangkah mula dalam pelayanan dan pembinaan kependudukan, baik untuk para pendatang maupun penduduk yang belum mempunyai data kependudukan.

Sebab ditambahkannya, pendatang terbagi dalam dua kategori, yaitu pendatang permanen dan pendatang nonpermanen. Pendatang permanen bisa disebut migrasi. Sedangkan pendatang nonpermanen mempunyai sifat circular atau bakal kembali andai musim cuti telah usai.

Pendatang permanen mempunyai niat guna menetap dan secara sistem mencungkil status kependudukan wilayah asal. Sehingga semua pendatang kelompok tersebut mesti mempunyai kelengkapan administrasi kepindahan kependudukan. ”Jadi yang ditekankan ialah pendatang permanen, mesti jelas mulai dari surat pindah, siapa penjaminnya bersangkutan lokasi tinggal, apakah bareng keluarga, indekost, kontrak atau telah punya lokasi tinggal sendiri dan lainnya,” ujarnya.

Terkait motif pendatang permanen, Dhany menuliskan, terdapat sebanyak motif, antara beda ekonomi, pengembangan karir ataupun sekolah. Terlebih, musim mudik Lebaran 2019 berbarengan dengan kelulusan anak sekolah. Sehingga diyakininya tidak sedikit pendatang yang pun didominasi oleh pelajar. ”Kalau menyaksikan dari data yang masuk, jumlah pendatang tersebut 31 persen bekerja ke sektor swasta, selanjutnya ialah pendidikan,sekitar 23 persen, selebihnya UMKM sebab ikut saudara dan beda sebagainya,” beber lelaki yang baru setahun menjabat sebagai Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike mengapresiasi keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan yang terbuka untuk seluruh pendatang. Hanya saja, dirinya meminta supaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat memastikan para pendatang tidak menjadi beban.

Para pendatang mesti memiliki kemahiran dan keterampilan, sampai-sampai dapat berlomba dalam mendapatkan kegiatan ataupun membuat lapangan pekerjaan. ”Jadi tidak boleh sampai semua pendatang malah menjadi beban, Pemprov DKI mesti dapat meyakinkan mereka yang datang memiliki kemampuan dan bekal supaya bisa berlomba di Jakarta,” ungkap Yuke dihubungi awak media ini pada Rabu (12/6/2019).

Buat Pola Urbanisasi

Kedatangan penduduk baru di ibu kota menurut keterangan dari Pengamat Tata Kota Universitas Trisaksi Nirwono Joga ialah hal yang biasa. Namun, menurutnya Pemprov DKI Jakarta mesti tetap membuat pola urbanisasi berkelanjutan sebagai format antisipasi risiko masalah timbul di lantas hari. ”Urbanisasi tidak bisa dihentikan dan dihindari, tapi mesti dikelola dengan tepat supaya dapat menyejahterakan rakyat,” ujar Nirwono.

Nirwono mengatakan, Jakarta adalahkota tersingkap dan siapa saja dapat masuk di dalamnya. Namun perlu dilaksanakan antisipasi dengan mengerjakan seleksi untuk mereka yang tidak memiliki kemampuan dan sebatas berjudi dengan nasib.

Beberapa akibat negatif dari pendatang yang tidak memiliki kemampuan dan lokasi tinggal yang jelas di antaranya ialah menjamurnya permukiman kumuh, bertambahnya kemacetan kemudian lintas, serta meningkatnya angka kriminalitas dan penyandang masalah sosial. ”Mengelola urbanisasi secara berkelanjutan bukanlah pilihan, tetapi sebuah keharusan,” tegas dia. Bagi iru butuh ada aturan yang tegas dari Pemprov DKI Jakarta untuk para pendatang baru, supaya masalah-masalah sosial tidak meningkat.

Perencanaan tata kota yang didukung komitmen pemerintah, melibatkan akademisi dan dunia usaha, kerja sama dengan wilayah lain, ialah strategi yang bisa diterapkan Pemprov DKI Jakarta.

Pemerintah pusat pun berperan urgen dalam menanggulangi arus urbanisasi ke Jakarta. Daerah-daerah laksana Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi mesti dikembangkan sebagai kota metropolitan pengampu Jakarta yang didukung pembangunan infrastruktur, properti, dan area industri.

Tak hanya wilayah penyangga, pengembangan pusat perkembangan ekonomi baru pun harus dikembangkan di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, yang adalahprovinsi donatur utama semua pendatang urbanisasi ke Jakarta. ”Untuk meredam arus urbanisasi ke Jakarta, pemerintah mesti konsisten membina secara Indonesia-sentris dengan mendorong pusat-pusat perkembangan ekonomi baru di luar Jakarta secara berlapis,” saran dia.

Kemudian, pengembangan kepadatan di pusat-pusat kota dilaksanakan dengan mengoptimalkan intensifikasi tata untuk lahan dan multifungsi kegiatan supaya kota tepat guna dan efektif.

Pembangunan area terpadu dan penyediaan hunian vertikal berkepadatan rendah-sedang diadakan untuk menambah jumlah hunian dan peluang kerja di dalam kota. ”Pengembangan area terpadu di titik-titik strategis kota yang terintegrasi dengan jaringan transportasi massal,” tandasnya.

Bukan Warga Kelas Dua

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menekankan bahwa DKI Jakarta adalahkota yang terbuka untuk siapa saja. ”Kami tidak kerjakan operasi yustisi di terminal, stasiun. Karena, operasi ini seakan-akan KTP dari luar Jakarta laksana warga ruang belajar dua,” ungkap Anies Baswedan di Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Tradisi tersebut, menurut keterangan dari Anies tidak pantas dilakukan. Karena, yang menjadi sasaran operasi yustisi tersebut seringkali rakyat kecil dengan modal terbatas. ”Kami hendak ada perlakuan setara untuk mereka laksana kota lain. Langkah ini bukan berarti Pemprov DKI mengundang orang datang ke DKI Jakarta,” terangnya.

Anies meyakini, mayoritas warga DKI ketika ini dulunya pun pendatang. Jadi, menurutnya siapa saja dapat datang guna mengadu nasib ke kota mana saja, tergolong ke Jakarta. “Kita melulu imbau untuk semuanya. Yang terbit dari Jakarta atau yang masuk ke Jakarta untuk membawa surat dan melaporkannya,” ujarnya.

Namun, dirinya menekankan adanya keterampilan para pendatang sehingga menolong pertumbuhan ekonomi ibu kota. ”Jadi desakan kita ialah pada perkembangan ekonomi dan alhamdulillah perkembangan ekonomi di Jakarta tersebut di atas rata-rata nasional dan anda akan terus mendorong dengan fasilitas izin berusaha. Kemudian anda fasilitas sekian banyak macam keperluan untuk investasi. Jadi harapannya nanti tenaga kerja yang terserap dapat lebih banyak,” urainya.

Oleh sebab itu, dirinya mengimbau untuk para pendatang untuk mengadukan diri untuk pengurus RT atau RW setempat dalam masa-masa 1×24 jam.

Sehingga, pekerjaan kependudukan yang rutin dilaksanakan di terminal atau stasiun masing-masing tahun bukan merupakan format pencegahan adanya pendatang, namun melayani pendataan untuk mereka yang memerlukan pelayanan kependudukan. ”Ini ialah tentang demand (permintaan) and supply (penawaran), demand tenaga kerja dan supply tenaga kerja. Di lokasi yang tidak sedikit permintaan tenaga kerja, di situlah mereka nanti bakal datang dan menggali pekerjaan, menggali peluang ekonomi,” tandasnya.

Please rate this

Admin
Admin